kemana eksistensi mahasiswa hari ini?

Mahasiswa adalah calon kaum intelektual muda, peran mahasiswa didalam kehidupan bermasyarakat sangat nyata, Saat ini Mahasiswa kebanyakan diam dan tidak kritis dengan keadaan lingkungannya, Tugas mahasiswa yang sebenarnya bukan hanya kuliah, belajar dan membuat tugas yang diberikan oleh dosen, tentu sebagian dari kita masih ada yang belum tahu isi dari TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI, definisi Tri dharma perguruan tinggi adalah salah satu dasar tanggung jawab mahasiswa yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama, serta harus disadari betul oleh semua mahasiswa agar dapat tercipta mahasiswa yang sadar akan Tri Dharma Perguruan Tinggi itu sendiri (sumber: http://iw4nrisw4ndi.blogspot.com/2011/04/pengertian-tri-dharma-perguruan-tinggi.html). isinya:
1. pendidikan dan pengajaran
2. penelitian dan pengembangan
3. pengabdian kepada masyarakat
disini sengaja tidak saya uraikan satu persatu, anda bisa searching di google
butir 3 yang saya bold diatas apakah sudah terlaksana dengan baik?

mahasiswa adalah agent of change, agent of control, agent of development. ketiga kalimat diatas mungkin terlalu dilebihkan, dan bila kita melihat dan bercermin pada diri kita dengan situasi dan kondisi yang belum mampu menerapkan ketiga butir dari isi tri dharma perguruan tinggi diatas, bagaimana, apakah anda tertarik untuk menerapkan dan melaksanakannya?

mahasiswa bukan kerbau yang dicucuk hidungnya, yang bisa ditarik kesana kemari, pada dasarnya mahasiswa adalah seorang yang idealis, percaya akan kemampuan dirinya dan tidak mudah terpengaruh oleh setiap tindakan yang merugikan banyak orang.
Bangsa yang sudah bobrok ini akan semakin bobrok apabila generasi mudanya (mahasiswa) telah terpengaruh oleh budaya hedonisme dan pragmatis, seharusnya kita semakin memperkokoh benteng pertahanan didalam diri dan mengatakan tidak untuk melakukan sesuatu tindakan yang mengarah terhadap kepentingan pribadi maupun golongan dan harusnya diperhitungkan lebih matang lagi agar akibat yang akan diterima tidak berdampak buruk dan tidak membuat kecewa banyak orang.

Sudah sepatutnya kita meninggalkan warisan jelek yang dibawa dari zaman orde baru, buka mata selebar – lebarnya bahwa bangsa kita ini sedang menapaki indahnya atmosfer demokrasi, dimana didengungkan dan dielu-elukan kebebasan untuk berekspresi, berkumpul, berorganisasi dan bebas menyatakan pendapat.
Ingat, sekarang ini bukan jamannya orde baru lagi!!
bagi yang berani bicara dibelakang ataupun dengan lantang meneriaki setiapketimpangan dan ketidak adilan dicokol dan diamankan, buang jauh – jauh kalimat ini.salam perubahan, hidup mahasiswa!!

akhir dari kegalauan

jelita,, 
anggun mu serasa seperti merubuhkan iman
tak mampu mata berkelit dengan kata - kata
dengan sedikit keberanian, ku ulangi sepatah mimpi tentang mu
bukan hati enggan untuk mencurahkan segalanya untukmu
tapi memang hati ini terlalu rapuh dan takut bila tak mampu merengkuhmu secara utuh
mendekapmu penuh dengan cinta dan kehangatan.

bersalahkah jika jiwa ini sepi tanpa memikirkanmu jelitaku,

kulukis indahmu didinding-dinding relung hati ini
tersimpan rapat tak terbuka bahkan seorang pun tak mampu melihatnya
matamu, bulat cerah sempurna terpancar tak terkalahkan
bibirmu, mungil indah penghasil kata lembut penyejuk jiwa

dan akupun semakin terlena lalu mulai tersiksa dengan semua rasa ini
tangan tak mampu meraih
mata seakan terasa tak bisa untuk melihat jelas
bibir dan lidah tak begitu sempurna untuk berucap
bahkan otak pun tak mau memutar memori tentang indahmu
disaat kau tak tahu betapa besarnya inginku berharap banyak tentangmu.

rasa sesaat

 

Malam dingin dengan beribu gelagat mempertanyakan, kumpulan kodok yang sedari tadi bersahut – sahutan memberi tanda riang, diiringi dengan rintikan hujan kecil, bukan gerimis. Gue masih asyk dengan segepok tugas – tugas yang mesti diselesaikan malam ini, dengan di temani sahabat yang sangat setia “sebungkus rokok” rasanya sanggup dihabiskan sampai dini hari, gue juga bingung, “ini rokok, sahabat apa musuh yak?” sesuatu yang mempunyai efek samping untuk jangka lama, memang saat ini sering dikesampingkan, padahal gue tau efek jangka panjang yang diakibatkan dari bahaya nicotine, apa mau dikata, sudah kepalang candu, mau brenti susahnya minta ampun. Back to topic dude!!

 Hampir sama halnya ama rokok yang gue jabarkan diatas, “rasa sesaat” ini sering gue alami. Rasa sesaat disini yang gue maksud adalah naksir dan pengen milikin (lawan jenis) tapi menggebu-gebu nya Cuma bentaran, nah lo ribet kan gue kalo udah deskripsiin “rasa sesaat” apalagi kalo lo minta gue deskripsiin kata “menggebu” gue bakalan balik minta ‘jangan yak. Jadi kerasa tambah ribet gue make bahasa keren kayak gini, jadi gak matching ama muka ndeso gue, hehe 😀 😀

Berbicara tentang deskripsi, rasanya gak afdol kalo kaga ngasih contoh. Baek2, gue bakalan ngasih contoh real life gue. Pada suatu hari “jiah kayak ngarang waktu jaman esde nih” wkwkwk 😉 ;). Ini serius, jadi dulu ceritanya pas jaman2 gue baru kuliah, gue demen sama seorang cewe *sebut saja pohon, males gue make sebutan kayak berita di koran2, lo ngarti kan maksud gue. Si pohon gadis pujaan hati gue, anak nya lugu (persepsi gue yang salah), cantik jelita, manis dan kadarnya tak terelakan. Pertama gue ketemu pas lagi gue kebelet boker, hehehe 😛 😛 berhubung semua toilet mahasiswa penuh, gue beraniin buat nyoba toilet dosen/staf. Lagi susah2 nya ngatur nafas karna jalan kecepetan + lagi kebelet boker, gue nabrak do’I (jiah kayak di sinetron aje), jadinya tuh si pohon kaget karna ketabrak, gue sih nyengir2 kuda  (rejeki kaga kemana dah). Dan semuanya berlalu gitu aja. Pas lagi asik2nya boker, kalo lagi boker kan kita suka ngelamun kaga nentu, jadi kepikiran dah cewe yg td gue tabrak. Skip (panjang kalo gue ceritain semua, tar jadi kayak cerpen).

Jadi gue berhasil kenalan ama pohon, tukeran nomor handpong, smsan, telfonan, jalan bareng, bisa dibilang kita lagi pedekate. Gue kaga jadian ama si pohon, ada hal2 yang gue kesampingkan sewaktu gue lagi naksir2 nya ama si pohon, gue terlalu mendeskreditkan kecantikan doi, doi emang cantik bner bo’(versi gue). Jadi separo dari mata gue udah ketutup ama kecantikan seorang pohon, bertentangan banget ama komitmen dan prinsip yang udah lama gue robah dalam tatanan hidup gue. Cantik diluar belum tentu juga cantik didalam kan? End

Ribetkan baca tulisan gue, hehehe 😀 😀


ada apa dengan don’t look back?

Akal sehat sedikit terganggu dan kebimbangan kian memojokan, mencoba berpikir dengan sejernihnya tapi malah serasa seperti embun di pagi hari, sarat dengan sifat ke sementaraannya. Coba tinggalkan sejenak arti dari lika – liku hidup yang begitu pelik, bukannya menghindar dari kenyataan yang ada.

Kenapa rasa begitu menggebu setelah sangat lama terpendam tak dinyatakan, lalu saat ini kita bertemu lagi dengan sejuta kenangan dan ingatan yang sangat jelas. Yang jelas rasa ini begitu sangat besar dari rasa di masa lalu, sayangnya saya tak tahu kenapa.

Ah,, kenapa begitu muluk keinginan ini? Dilain sisi tak ada yang tidak bisa di dunia ini, ini yang sedikit menguatkan hati. Saat menulis jurnal ini saya tertawa kecil bila mengingat kejadian di waktu SMP, dasar bocah ababil. Begitu grogi berpapasan dengannya dijalan, itu Cuma berpapasan dude, WTF. Bila tak melihat wajahnya sehari, pasti terasa ada yang aneh melanda hati. sayangnya diwaktu itu saya tidak begitu serius memperjuangkan perasaan ini, dan berakhir dengan tidak sempurna.

Dan di pagi hari yang gelap karena mendung, saya terbangun dari mimpi, begitu dekatnya kita didalam mimpi itu. Disini jurnal ini bermula.  look back?

*bahasa gue kaku bner yak’ ;),  kayak orang 70’an, biarin dah 😀 😀

ekspedisi sarasah payo 4-6 juni 2011

        Ekspedisi ini dilakukan untuk memenuhi salah satu persyaratan anggota penuh WIANA (wadah inspirasi anak alam). Yang  dilaksanakan pada tanggal 04 juni 2011 – 06 juni 2011 dan diikuti oleh 3 orang anggota muda, deni saputra (bertindak sebagai komandan ekspedisi) david dwi putra (navigator) dan saya allofs bertindak sebagai publikasi dan dokumentasi merangkap sebagai danpur (komandan dapur) dan 1 orang senior sebagai pendamping ekspedisi nur mardiansyah, Pada tanggal 03 juni 2011 pukul 19:30 WIB saya dan david dwi putra bertemu di sekretariat WIANA untuk melakukan checking terakhir perlengkapan. Esok paginya pukul 08:00 WIB kami berdua selaku seksi konsumsi/logistik belanja kepasar untuk memenuhi kebutuhan logistik yang akan dibawa pada ekspedisi ini. Pada pukul 12:30 WIB  kami semua telah berkumpul di sekretariat, tepat pukul 13:00 WIB kami berangkat menuju kampung payo sebuah kampung terujung arah barat KOTA SOLOK menggunakan sepeda motor, setiba di kampung payo kami menitipkan sepeda motor dirumah salah seorang penduduk kampung.

david sebagai navigator "mencari titik ekstrem"

       Sekitar pukul 14:00 kami memulai perjalanan, melewati ladang penduduk dan semakin mendekati pintu rimba, setelah 1 jam menempuh medan yang terjal komandan ekspedisi memberi perintah untuk istirahat sekaligus mempersiapkan diri untuk perjalanan selanjutnya, karna medan yang akan kami tempuh terbilang berat, sungai yang akan kami susuri tidak terlalu deras namun batu yang berserakan di badan sungai besar-besar dan menyulitkan.  pukul 14:30 WIB kami melakukan susur sungai diselingi canda dan tawa membuat suasana semakin akrab dan hangat, riuh air yang membahana seakan memberi dorongan semangat kepada kami untuk tetap mantab dan berhati-hati menyusuri sungai dengan batu-batu besar, sesekali saya melirik kekiri dan kekanan untuk  memastikan  tidak adanya binatang buas yang berkeliaran disekitar kami, alhamdulilah sampai di camp 1 tidak ada gangguan yang berarti semua kondisi anggota dalam keadaan baik.

       pukul 18:00 WIB komandan ekspedisi memberi instruksi menghentikan susur sungai, kami menaiki punggungan sebelah kiri sungai untuk mencari area camp yang sesuai, tidak ada pilihan lain kami terpaksa memilih camp 1 di punggungan bukit karna area ini lah yang dirasa cocok dikarenakan medan berbatu dan menanjak, di area sekitar ditumbuhi pohon-pohon besar, tak lama setelah menyapu area camp 1 hujan turun dengan derasnya padahal kami belum sempat memasang tenda, alhasil kami kehujanan. Sekitar 20 menit tenda berdiri, kami mulai bergantian mengganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering. Setelah selesai mengganti baju saya selaku danpur mulai memasak air dilanjutkan dengan memasak nasi dan makanan, sementara deni dan david mencari kayu bakar dan mulai menghidupi unggun. Sekitar pukul 20:30 WIB kami selesai makan malam dan api unggun telah hidup, setelah dirasa api sudah benar-benar cukup besar dan sanggup hidup sampai subuh, kami melakukan evaluasi hasil perjalanan hari pertama dan briefing untuk kegiatan hari ke 2 dilanjutkan dengan obrolan ringan, cuaca masih belum bersahabat, hujan deras dan angin kencang, sekitar pukul 23:00 kami istirahat tidur.

       Kami dikagetkan oleh dentuman keras suara pohon tumbang, kejadian berlangsung shubuh sekitar pukul 04:30 WIB, david yang tidur didekat pintu masuk tenda berteriak histeris, kami semua terbangun dan mengecheck keluar tenda dan ternyata dahan pohon yang tumbang jatuh tepat disamping kanan tenda, untung saja Cuma pucuk dahan yang mengenai tenda sehingga tidak menimbulkan kerusakan. Saya memutuskan untuk melanjutkan tidur karna kantuk yang melanda sangat berat, sedangkan deni lebih memutuskan untuk tidak melanjutkan tidur, ia takut nantinya kejadian yang sama terulang lagi.

"packing perjalanan hari ke 2"

       Hari ke 2 ekspedisi tanggal 05 juni 2011 pukul 06:30 WIB saya bangun tidur, deni sudah bersiap-siap untuk memasak, ternyata memang setelah kejadian tadi shubuh dia tidak bisa tidur. Air untuk dimasak telah disiapkan dan saya mulai memasak, sementara david dan dian belum bangun tidur. Sekitar pukul 07:00 WIB makanan telah disiapkan, kami sarapan dengan lahap.

       Pukul 09:00 WIB kami melanjutkan perjalanan, menuruni tebing batu dan memulai susur sungai, setelah menyusuri sungai selama 30 menit kami tiba dilokasi sarasah. Jatuhan air sarasah kami perkirakan memiliki panjang 700 m, ada sekitar 5 jatuhan air yang tinggi. Dan rata-rata memiliki tinggi 2,5 m.

       Jam 12 siang kami istirahat, dapid dan deni masih menyibukkan diri dengan peta, di selingi canda dan tawa, saya memasak air dan membuat kopi dan teh lalu kami makan dengan bekal yang telah dibuat tadi pagi. Jam 13:00 kami memulai perjalanan, kembali menyusuri sungai. Setelah menyusuri sungai +- 1 jam perjalanan Tiba-tiba langit menjadi gelap, hari akan hujan. Maka dengan ini kami menghentikan perjalanan, untung nya kami telah berhasil sampai ke hulu sarasah, medan yang kami lewati datar tidak seperti pada aliran sarasah yang menanjak, dan kami memutuskan mencari lokasi yang cocok  untuk camp 2.

       Setelah memastikan lokasi ini cocok untuk dijadikan camp kami langsung bergerak memasang tenda dan saya memasak air lalu membuat teh dan kopi. Hujan turun dengan lebat, tenda sudah terpasang, teh dan kopi telah siap disediakan, dan api unggun hidup. Kami Istirahat sejenak sambil tiduran, setelah hujan mulai mereda saya mulai menghidupkan kompor lalu mulai memasak, menu makan malam kami mie nasi goreng dengan lauk ikan asin bakar.setelah makan, kami duduk santai mengelilingi api unggun. Malam yang dingin ini kami isi dengan ngobrol dan diskusi masalah kelanjutan organisasi. Dan membicarakan masa depan WAT (wiana adventure team). Sekitar pukul 23:00.

        Tanggal 6 juni 2011 kami pulang melewati jalur yang sama, alhamdulilah sampai di sekretariat wiana dengan selamat, disambut dengan 2 seri yang diberikan oleh ka BADIKLAT harnef syarbaini. Karna sewaktu pergi kami lupa berpamitan dan tak juga mengirim sms pemberitahuan keberangkatan kepada ka BADIKLAT. terima kasih nyor telah memberi kami hadiah 😀

kenapa? dan kenapa itu sebuah cinta?

kenapa cinta ini untukmu?
tidak ada alasan..

//mikir sebentar, asli bingung//
//mencoba menggali pikiran untuk sesaat//
“makan karena laper, minum karena haus, tidur karena ngantuk
Nah sekarang saya sayang dia… saya cinta sama dia.
itu juga punya alasannya dong?”

//sedikit memberi alasan//
“saya suka senyumnya yg manis,” dengan sedikit ragu.
“saya suka jarinya yg lentik” disaat nyubit ini badan.
“saya suka caranya bicara ke Gw”  dengan manjanya
“saya suka setiap gerak tubuhnya” meski kaga tinggi semampai.
“saya suka bentuk matanya bulat”
“saya suka hidungnya yg agak mancung
dan cara dia berbusana yang sopan..

//Sejenak  menarik nafas//

tapi itu semua bukan alasannya saya cinta ke dia
“Kalo saya bilang saya cinta dia karena kecantikannya, maka
saat dia tua nanti dan mulai kehilangan kecantikannya, saya
gak akan punya alasan lagi untuk mencintainya.

//diam//
saya cinta dia, karna tulus..

CATATAN DI AKHIR MINGGU KELIMA

oleh Allofs Adilifu pada 07 November 2010 jam 22:18

alhamdulilah detik ini masih diberi kesempatan untuk tetap bisa bernapas, menikmati hari dengan nikmat yang telah dibrikan oleh yang maha kuasa, walaupun masih dibebani setumpuk masalah, beribu mimpi dan keinginan. berjuta-juta tanggung jawab yang harus selalu di emban. terkadang pikiran nakal masih berkembang bebas di dalam otak yang memang agak kurang waras akhir2 ini. mengusik kenyamanan melewati hari demi  hari. ada sesuatu yang mengganjal didalam hati.  what’s wrong with my self ? 

pertemuan dengan gadis berkerudung cream pada akhir minggu kedua itu yang membuat otak kiri dan kanan sedikiti terkuras, jujur saja saya memikirkan anda. anda siapa? .  bayangkan nona sudah 3 minggu saya dihantui oleh bayangan anda wajah anda pun masih membekas di benak saya. yang memang sedikit aneh ketika saya berusaha memejamkan mata untuk tidur dimalam hari bayangan anda langsung terlintas sedikit mengusik khayalan saya begitu juga sebaliknya setelah bangun tidur. sungguh.

saya memang berharap untuk bisa bertemu kembali dengan anda bertemu untuk yang kedua kalinya tentu saja tidak dengan ketololan saya pada waktu pertemuan pertama. yah tolol memang sebutan yang cocok. saat saya bercerita perihal pertemuan pertama itu kepada seorang sahabat. saya dibilang tolol.  new title is quite unique,    hehe 😀

Previous Older Entries

%d bloggers like this: